Halaman

Jumat, 06 Februari 2015

Sorang Diri Bermeditasi

Alia
https://www.facebook.com/aliafioni?fref=nf

Secawan jiwa yang kutaruh dalam lembah hatimu. Mengisahkan laku hening layaknya seorang diri bermeditasi. Kuncup-kuncup cinta suci mekar wangi. Cintaku, cintamu, cintaNya bersatu dalam nirwana[07 Februari 2015]


Lebih dari sepengetahuanmu. Sakura gugur di musim semi menabur rana. Memusarakan kesumat kasih dan tetap menjadi malam hening pada rindu yang senantiasa bening. Pun namamu masih rapi seberapa angkuh belatimu merobek jantung hati! Selaksa cinta dalam jiwa runtuh di sabana hati menjadi hamba! [04 Februari 2015]

Doaku di malam hening. Untuk sang purnama yang berjuang di negri asing. Jadilah kau laksana teratai senantiasa segar dalam pandang meski hatimu kalut bergemuruh tetap dalam ketenangan. Tentu bukan cuma itu yang kumau, jadilah seperti edelweis yang tidak layu diterkam musim. Abadi sepanjang hayat namamu dalam sejarah peradaban. Dan ingin sekali. Suatu saat nanti kau seperti tulip. [03 Februari 2015]

Puing2 rindu menyatu mengutarakan sejuta rasa yang masih saja kaujaga. Mendoa agar ia lekas bermuara sempurna seperti waqof lazim yang berhenti diakhir ayat! Inginmu tumpah ruah menjadi benalu melilit diri dan sukmamu merintih tenggelam dalam jelaga kasih! [03 Februari 2015] 


Pagi ranum, rona jingga menyala sahdu dalam desah resah sang bayu! Setulus embun mencintaimu yang rela pergi demi keindahan pagi tanpa dosa! [03 Februari 2015].

Tidak ada komentar:

Posting Komentar