Halaman

Kamis, 12 Februari 2015

Resensi Buku Bagus dan Potensial

Untung Wahyudi
https://www.facebook.com/untung69?fref=nf

Mungkin ada yang tanya begini, "Ngapain sih meresensi buku dari penerbit yang nggak mau ngasih fee? Masa' cuma ngasih buku? Penulis kan juga butuh duit buat belanja-belinji."

Sejak 2011 saya sudah meresensi buku dari belasan penerbit. Awal meresensi, sih, karena pengin dapat buku gratisan. Eh, kok, beberapa penerbit ada yang minta nomor rekening ketika saya mengirim konfirmasi pemuatan. Ya, sudah, dinikmati dan disyukuri. Tapi, ada juga penerbit yang "cuma" ngasih buku. Ya, ini juga perlu disyukuri. Daripada di-PHP-in mau ngasih buku, tapi buku tak kunjung dikirim

Setiap penerbit tentu punya kebijakan masing-masing. Ada yang loyal menggelontorkan buku-bukunya untuk dipromosikan di media. Ada juga yang ngasih "amplop+isinya", selain ngasih buku untuk diresensi kembali. Bahkan, ada juga yang cukup mengandalkan toko buku untuk promosi produk bukunya.

Kalau saya pribadi, selama buku-buku itu bagus dan potensial untuk dipromosikan, akan tetap saya resensi, meskipun penerbitnya nggak ngasih fee. Sebaliknya, saya juga enggan meresensi sebuah buku yang kurang sesuai selera, sekalipun penerbitnya ngasih fee. Nah.

Kuncinya: Saya berusaha mengirimkan resensi buku dari penerbit yang nggak ngasih fee itu ke media-media yang memberi honor, bukan media gratisan (kecuali kepepet... hehe). Kenapa? Simpel saja: dari penerbit sudah nggak dapat fee, masa' resensi kita (yang nulisnya kadang sampai begadang) mau dikasih ke media yang nggak ngasih honor?

‪#JustShare ‪#LikuLikuDuniaMenulisResensi [12 Februari 2015]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar