Halaman

Kamis, 12 Februari 2015

Kalau Lebih Menginspirasi, Mengapa Pilih Yang Lain?

Heri Kuseri
https://www.facebook.com/herie.kuseri?fref=ts

"Apa yang anda pikirkan?"

Kalimat yang terbaca di Beranda Facebook kita paling atas. Lalu kira-kira apa yang selalu diisi di dalamnya? Mengingat ketika kolom itu selesai diupdate akan dilihat & dibaca oleh kurang lebih sejumlah akun pertemanan kita. Sebagian benar-benar berpikir keras dan mendalam dengan memikirkan segala manfaat dan madharatnya untuk menuliskannya. Sebagian juga kurang lebih sama namun sedikit acuh dengan dampaknya. Dan ada juga yang penting asal terisi dan senang sesuai mood atau sebaliknya dengan nada jengkel.


Tidak bermaksud untuk menghakimi baik dan buruk. Tapi saya kira itu refleksi bagi kita selaku pengguna sosial media. Tidak ada larangan memang mengenai apa isi kolom tersebut. Kita bebas untuk menuliskannya. Tapi kalau ada yang lebih bermanfaat (baik untuk pribadi atau orang lain) dan menginspirasi, kenapa memilih yang lain?

"Karena manusia tidak selamanya benar, maka dia butuh pengingat."
#Sharing refleksi [05 Januari 2015]

Berbagi cerita, ilmu, dan segala informasi yang bermanfaat, bahkan dapat membuat orang berubah atau sedikit termotivasi mungkin jadi gambaran amal minimal bagi pengelana dunia maya. Atau bisa jadi lebih berharga dan bernilai daya guna dibanding materi seabrek yang malah berpotensi membutakan mata semangat bekerja dll.

Jadi Ingat salah satu makna hadits yang melekat pada dinding Ponpes Salafiyah Kauman Pemalang saat nyantri, bahwa "sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya (tanpa kecuali)."

Untuk itu mari saling berbagi konten status dan komentar yang membangun [05 Januari 2015]


“Sejarah telah memperlihatkan semua hal tentang kerakusan, kesombongan, kekejaman, keikhlasan, pengorbanan, dan daya juang di mana semua orang dapat bercermin. Namun tampaknya manusia lebih bernafsu membuat sejarah ketimbang belajar dari sejarah.” Andrea Hirata [14 Januari 2015].

Tidak ada komentar:

Posting Komentar