Heri Kuseri
https://www.facebook.com/herie.kuseri?fref=ts
"Apa
yang anda pikirkan?"
Kalimat yang
terbaca di Beranda Facebook kita paling atas. Lalu kira-kira apa yang selalu
diisi di dalamnya? Mengingat ketika kolom itu selesai diupdate akan dilihat
& dibaca oleh kurang lebih sejumlah akun pertemanan kita. Sebagian
benar-benar berpikir keras dan mendalam dengan memikirkan segala manfaat dan madharatnya
untuk menuliskannya. Sebagian juga kurang lebih sama namun sedikit acuh dengan
dampaknya. Dan ada juga yang penting asal terisi dan senang sesuai mood atau
sebaliknya dengan nada jengkel.
Tidak
bermaksud untuk menghakimi baik dan buruk. Tapi saya kira itu refleksi bagi
kita selaku pengguna sosial media. Tidak ada larangan memang mengenai apa isi
kolom tersebut. Kita bebas untuk menuliskannya. Tapi kalau ada yang lebih bermanfaat
(baik untuk pribadi atau orang lain) dan menginspirasi, kenapa memilih yang
lain?
"Karena
manusia tidak selamanya benar, maka dia butuh pengingat."
#Sharing refleksi [05 Januari 2015]
Berbagi
cerita, ilmu, dan segala informasi yang bermanfaat, bahkan dapat membuat orang
berubah atau sedikit termotivasi mungkin jadi gambaran amal minimal bagi
pengelana dunia maya. Atau bisa jadi lebih berharga dan bernilai daya guna
dibanding materi seabrek yang malah berpotensi membutakan mata semangat bekerja
dll.
Jadi Ingat
salah satu makna hadits yang melekat pada dinding Ponpes Salafiyah Kauman
Pemalang saat nyantri, bahwa "sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat
bagi manusia lainnya (tanpa kecuali)."
Untuk itu
mari saling berbagi konten status dan komentar yang membangun [05 Januari 2015]
“Sejarah
telah memperlihatkan semua hal tentang kerakusan, kesombongan, kekejaman,
keikhlasan, pengorbanan, dan daya juang di mana semua orang dapat bercermin.
Namun tampaknya manusia lebih bernafsu membuat sejarah ketimbang belajar dari
sejarah.” Andrea Hirata [14 Januari 2015].

Tidak ada komentar:
Posting Komentar