Halaman

Jumat, 06 Februari 2015

Keluarga Miniatur Surga

Muhammad Assefudin
https://www.facebook.com/cheff.iglesias?fref=nf

Keluarga, ibarat sebuah miniatur surga yang di anugrahkan kepada manusia. Disana adalah tempat berteduh dan muara terakhir bagi siapapun, setelah lelah beraktifitas seharian dengan dunia, dan atau dengan diri sendiri. Keluarga, sebagai sebuah oase hidup akan menjadi tempat yang sangat dirindukan untuk kembali, ketika dimanapun jasad kita berada. Aku pulang [06 Februari 2015]


"Jika seseorang menyalahkan orang lain sekalipun ia Profesor, maka ia harus belajar lagi. Jika seseorang menyalahkan diri sendiri, berarti ia masih dalam proses belajar. Jika seseorang tidak menyalahkan diri sendiri dan orang lain, maka ia adalah orang arif bijaksana. Orang arif tidak sibuk mencari kambing hitam, tapi ia hanya fokus untuk memperbaiki keadaan" Sekarang banyak orang pintar, tetapi belum arif. [08 November 2014]

Cerita hidup ini belumlah lengkap, sebelum kamu menjadi bagian dari keluargaku. Di sudut pojok aku menyaksikanmu dengan senyum haru, duduk bercanda ria penuh keakraban dengan mereka. Salam Sayang untuk keluarga dan untukmu pula. [26 Oktober 2015]

Alhamdulillah, tepat sudah 24 tahun saya bernafas di dunia. Begitu banyak pengalaman hidup yang membentukku hingga menjadi seperti sekarang, baik pengalaman positif maupun negatif.

Banyak orang bilang bahwa pengalaman negatif merupakan sebuah keniscayaan bahwa manusia tanpa ditanya sebelumnya, tiba-tiba ditempatkan dalam situasi yang tidak dikehendakinya, dan membuat proyek-proyek hidupnya tiba-tiba macet.

Akan tetapi sekarang ini saya pribadi sadar, setiap pengalaman negatifselalu bisa disulap menjadi cerita indah bila mampu mengambil hikmah dibaliknya.

Banyak orang berperan positif untuk hidup saya. Terima kasih Tuhan, orang tuaku, saudaraku, sahabat2ku yang luar biasa, Kiai, Ustadz dan semua orang2 di sekitarku.

Mari melanjutkan hidup, selamat menikmati hidup dan jangan sampai lupa untuk selalu memberikan kehidupan. [15 Oktober 2015]

4 komentar:

  1. Hmmm.. Demikianlah perempuan. Ia hanya akan ingat kekejaman orang lain kepadanya walaupun kecil. Tetapi ia akan lupa kekejamannya sendiri pada orang lain padahal begitu besarnya...

    BalasHapus