Halaman

Senin, 27 April 2015

Dalam Nyanyian Sunyi




Antara keyakinan dan keragu-raguan, seakan membawa kita pada yang lalu-lalu. kita pernah berhayal berpesta bahagia di tengah bunga-bunga nan harum dan kita pernah menikmati bisik-bisik rahasia yang kita bingkai dalam sumpah.. Namun, lagi-lagi berakhir gamang dan seperti memaksa berhenti. atau mungkin memang hanya hadirnya kebetulan-kebetulan pada diri kita sendiri.
Maka, dengarkanlah dan hayati bentuk nyanyian sunyi ini. (Terkait: Rupa dalam Bayang)

.................
dan kita tiba-tiba disini
tengadah ke langit: kosong-sepi

—”Djarak” (1968), oleh: Sapardi Djoko Damono
...................

Akan menjadi terlalu dini untuk menyimpulkan hal yang hanya sebentar. Semua masih mengkristal di kabut itu, masih mengertap di bunga layu..masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang belum juga terjawab, hanya berakhir pada kekosongan yang sama. Dan tanda-tanya pun akan terasa sebagai sesuatu yang berlebih..

Adakah kita sia-sia? Barangkali.
Adakah kita menuju pendewasaan? Barangkali. (Rupa Dalam Bayang)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar