Antara keyakinan dan keragu-raguan, seakan membawa kita pada
yang lalu-lalu. kita pernah berhayal berpesta bahagia di tengah bunga-bunga nan
harum dan kita pernah menikmati bisik-bisik rahasia yang kita bingkai dalam
sumpah.. Namun, lagi-lagi berakhir gamang dan seperti memaksa berhenti. atau
mungkin memang hanya hadirnya kebetulan-kebetulan pada diri kita sendiri.
Maka, dengarkanlah dan hayati bentuk nyanyian sunyi ini. (Terkait: Rupa dalam Bayang)
.................
dan kita tiba-tiba disini
tengadah ke langit: kosong-sepi
—”Djarak” (1968), oleh: Sapardi Djoko Damono
...................
Akan menjadi terlalu dini untuk menyimpulkan hal yang hanya
sebentar. Semua masih mengkristal di kabut itu, masih mengertap di bunga
layu..masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang belum juga terjawab, hanya
berakhir pada kekosongan yang sama. Dan tanda-tanya pun akan terasa sebagai
sesuatu yang berlebih..
Adakah kita sia-sia? Barangkali.
Adakah kita menuju pendewasaan? Barangkali. (Rupa Dalam Bayang)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar