Muhammad Zulfa
https://www.facebook.com/zulfa.mukhamad?fref=nf\
Sejak dua hari yang lalu, saya sekilas melihat beberapa
teman ngeshare tautan dari TribunnewsDotKom. Berita yang sangat 'wow',
berjudul: "Di AS Heboh Makhluk Seram Bawah Tanah Muncul ke Permukaan
Bumi." (!!!)
Pagi tadi saya buka link itu. Ternyata benar. Tribun
mengabarkan penemuan ribuan makhluk aneh oleh NASA, di Amerika!!
Makhluk-makhluk menyeramkan itu tinggal di 20 mil bawah tanah, dengan
menggunakan terowongan-terowongan rahasia. Fisik makhluk yang disebut 'mole
people' tersebut berbeda dengan manusia, karena tangannya berselaput dan
bercakar, dan seterusnya.
Berawal dari Tribun, beberapa media lain (tentu juga belasan
blog) mengkopas "berita" itu. Sedikit di antara yang ngopas adalah
Kapanlagi, Tabloidnova, dan tak ketinggalan Bersamadakwah. Tentu saja media
yang terakhir menambahinya dengan pertanyaan khas, yakni apakah mole people itu
sama dengan Ya'juj dan Ma'juj yang disebut dalam Al-Qur'an? Owh..
Mrongos membaca kabar-kabar itu, saya iseng gugling dengan
kata kunci "mole people". Link-link dalam bahasa Inggris pun
bermunculan. Tapi isinya ya beda banget sama Tribun. Mole people di situ
(misalnya di Newyorktimes dan Newyorkpost, masing-masing diunggah pada tahun
1990 dan 2009) adalah para gelandangan yang menghabiskan puluhan tahun di
terowongan-terowongan kereta bawah tanah di New York! Ya, gelandangan! Mereka
manusia biasa!!
Masih penasaran jangan-jangan ada info lain, saya teruskan
searching dengan kata kunci "mole people, NASA". Naaah, ketemulah
link berbahasa Inggris yang poin-poin informasinya persis sama dengan Tribun,
yaitu dari Burlingtonnews. Cuma satu itu saja yang saya temukan, itu pun tak
jelas diaplod tahun berapa.
Tak puas dengan satu berita saja, saya teruskan gugling.
Dan.. ya Allaah, akhirnya saya nemu link berbahasa Inggris dengan foto-foto
makhluk aneh yang sama dengan punyanya Tribun. Link berita kapankah itu? Berita
mbahmu. Itu artikel tentang sebuah film science-fiction, yang dibuat pada tahun
1956!!
Jelaslah sudah. Apa yang diberitakan Tribunnews pada rubrik
"Internasional" adalah terjemahan Burlingtonnews yang nggak jelas
kapan munculnya, dengan ilustrasi potongan scene film yang dibikin pada lebih
dari setengah abad silam!! Setengah abad silam!!!
Sambil ndremimil mengucap seribu nama Tuhan, saya gugling
sekali lagi dengan kata-kata kunci berbahasa Indonesia. Dan hadirlah
petunjuk-Nya yang terang benderang, bahwa versi yang persis sama dengan
"berita" Tribunnews bermunculan pula di blog-blog sampah. Misalnya di
Eymanway.blogspot dan Kawanmoe.blogspot.
Apakah mereka cuma kopas dari Tribun?
Nehi, nehi. Eymanway mengunggah mole people pada tahun 2011,
dan Kawanmoe pada 2012. Tiga hingga empat tahun silam!! Artinya, jika ada yang
kopas, maka Tribunnews-lah kopaser militan itu. Ya, media grup Kompas-Gramedia
itu ngopas blog-blog yang setara levelnya sama 17tahunDotCom! What the f*ck!
***
Demi Tuhan, sekampret inikah media kita? Tautan berita
Tribun tadi banyak sekali yang ngeshare, dan mereka-mereka itu percaya. Mungkin
satu dua orang ngeshare buat ngejek, tapi faktanya saya lihat sendiri banyak
yang membaginya sambil terpukau, berdecak, dan ada pula yang mengucap
subhanallah.
Se-melacur itukah Tribun? Hanya demi menyembah rating??
Saya akan lebih mafhum jika yang mengunggah berita gituan PKSPiyungan,
misalnya. Atau yang lain. Mereka yang mengklaim "media alternatif",
tapi tampaknya sama sekali tidak memegang lisensi kewartawanan. Saya tentu juga
nggak akan menggubris kalau yang ngepost kabar beginian adalah blog-blog busuk
pendulang Adsense.
Lha tapi Tribun kan isinya wartawan, diakui sebagai media
resmi, dan pastinya wartawannya juga dilindungi UU Pers, kan?
Oke, oke. Saya paham. Sudah tak terhitung lagi media online
(yang media beneran) menghamba rating dengan pelintiran-pelintiran berita, atau
minimal pelintiran judul. Tapi basis laporan mereka tetap fakta. Perkara mau
mereka racik macam apa itu fakta, biarkan publik semakin cerdas menilainya.
Tapi kan ya bukan ala mole people-nya Tribun gini to yaaa!
Sekarang, gimana kalau kita tuntut? Hak publik kan ini?
Di "berita" Tribun itu ada nama editornya. Tapi
saya agak-agak memaafkan dia. Saya yakin dia digencet dengan target jumlah klik
oleh bosnya, redaktur Tribun. Kalau gagal, dia mungkin dipecat, nganggur, dan
nggak kuat beli beras yang semakin mahal ini.
Nah, tapi si redakturnya sendiri (bukan si penulis
"berita"nya) gimana? Kalau kita tuntut dia ke pengadilan karena
melanggar pasal entah apa, karena pembodohan publik dan sebagainya, apa iya
nanti bakalan dibales dengan serangan balik "kriminalisasi wartawan"?
Ha??
Atas nama apa?? Kebebasan pers? Kebebasan pers untuk merusak
otak jutaan manusia Indonesia?? Kebebasan lambemu njepat!!
Status dari artis facebook iqbal aziz daryono Bisa dilacak sendiri
kok.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar